Tuesday, September 11, 2012

Mengenai Layar Monitor CRT, LCD, dan LED


Sejarah Singkat

  • CRT (Cathode Ray Tube)
Teknologi Tabung Brown (CRT Display) ditemukan pada tahun 1897, akan tetapi teknologi ini baru diadopsi sebagai penerima siaran televisi pada tahun 1926. Sejarah penemuan teknologi CRT sudah lebih dari 100 tahun dan memiliki kualitas gambar yang sangat bagus. Akan tetapi teknologi ini mempunyai satu kelemahan yaitu semakin besar display yang akan dibuat maka semakin besar pula tabung yang digunakan.
  • LCD (Liquid Crystal Display)
LCD proyektor ditemukan di New York oleh Gene Dolgoff. Dia mulai bekerja di dalam kampus pada tahun 1968 dan bertujuan untuk memproduksi sebuah video proyektor yang dalam idenya akan membuat sebuah LCD yang lebih cerah dibandingkan 3-CRT proyektor. Ide tersebut untuk menggunakan elemen yang disebut sebagai “cahaya katup” untuk mengatur jumlah cahaya yang melewati itu. Hal ini akan memungkinkan penggunaan yang sangat ampuh untuk sumber cahaya eksternal. Setelah mencoba berbagai bahan, dia menduduki kristal cair untuk mengatur terang pada tahun 1971. Ia membawanya sampai 1984 untuk mendapatkan addressable layar kristal cair (LCD), yang dibangun adalah ketika ia pertama di dunia LCD proyektor. Setelah pemeriksaannya itu, dia melihat banyak masalah yang harus dikoreksi termasuk kerugian besar. Dia kemudian menggunakan metode baru untuk menciptakan efisiensi yang tinggi untuk menghilangkan tampilan pada piksel. Ia mulai bekerja di Projectavision Inc pada tahun 1988, pertama kali dunia LCD proyektor didirikan.
  •  LED (Light Emitting Diode)
Monitor jenis ini menggabungkan teknologi CRT dengan LCD. Dengan teknologi yang dihasilkan, mampu membuat layar dengan ketipisan menyerupai LCD dan sudut pandang yang dapat selebar CRT.

Cara Kerja
  • CRT (Cathode Rays Tube)
Merupakan monitor yang berfungsi dengan prinsip penembakan sinar katoda.Bentuk fisik monitor ini sama dengan televisi namun secara umum hanya terdiri dari 4 blok, yaitu video, vertikal, horisontal dan power supply. Monitor type ini memiliki beberapa kelemahan, antara lain adalah : Membutuhkan daya yang besar, menghasilkan panas yang cukup tinggi, memiliki bentuk fisik yang besar (walaupun ada juga yang memiliki dimensi yang kecil namun tetap tidak praktis karena gambar yang dihasilkan tetap kecil) dan memiliki radiasi yang besar (walaupun ada beberapa type yang menggunakan jenis tabung tertentu yang mampu menyerap radiasi yang dihasilkan oleh tembakan CRT). Namun, secara umum monitor ini memiliki harga yang cukup rendah sehingga tetap merupakan peratalan standard dalam unit komputer.
  • LCD (Liquid Crystal Display)
Secara Sederhana LCD (Liquid Crystal Display) terdiri dari dua bagian utama. yaitu Backlight dan kristal cair. Backlight sendiri adalah sumber cahaya LCD yang biasanya terdiri dari 1 sampai 4 buah (berteknologi seperti) lampu neon. Lampu Backlight ini berwarna putih. Lalu bagaimana caranya LCD bisa menampilkan banyak warna ? Disinilah peran dari kristal cair. Kristal cair akan menyaring cahaya backlight. Cahaya putih merupakan susunan dari beberapa ratus cahaya dengan warna yang berbeda (jika anda masih ingat Pelajaran Fisika). Beberapa ratus cahaya tersebut akan terlihat jika cahaya putih mengalami refleksi atau perubahan arah sinar. Warna yang akan dihasilkan tergantung pada sudut refleksi. Jadi jika beda sudut refleksi maka beda pula warna yang dihasilkan. Dengan memberikan tegangan listrik dengan nilai tertentu. Kristal cair dapat berubah sudutnya. Dan karena tugas kristal cair adalah untuk merefleksikan cahaya dari backlight maka cahaya backlight yang sebelumnya putih bisa berubah menjadi banyak warna. Kristal cair bekerja seperti tirai jendela. Jika ingin menampilkan warna putih kristal cair akan membuka selebar-lebarnya sehingga cahaya backlight yang berwarna putih akan tampil di layar. Namun Jika ingin menampilkan warna hitam. Kristal Cair akan menutup serapat-rapatnya sehingga tidak ada cahaya backlight yang yang menembus (sehingga di layar akan tampil warna hitam). Jika ingin menampilkan warna lainnya tinggal atur sudut refleksi kristal cair.
  • LED (Light Emitting Diode)
kita sudah tau bahwa LED adalah dioda, sehingga memiliki kutup ( polar ). Arah arus konvensional hanya dapat mengalir dari anoda ke katoda. Dan bagaimana kita dapat membedakan kutup-kutupnya ?? Perhatikan bahwa 2 kawat ( kaki ) pada LED memiliki panjang yang berbeda. Kawat yang panjang adalah anoda sedangkan yang pendek adalah katoda.Dan bagaimana dengan LED bertipe surface mount ( SMD ) ?
Prinsip kerjanya masih sama, hanya bentuknya saja yang berbeda. Ada beberapa cara yang berbeda untuk menandai kutup dari LED SMD, Jadi cara yang terbaik adalah mengecek pada datasheet.

Perbedaan
  • Monitor CRT
Memiliki warna lebih akurat dan tajam, resolusi monitor fleksibel, perawatan mudah, jika rusak dapat di servis, bebas dead pixel, ghosting dan viewing angle, harga lebih murah, monitor CRT mengkonsumsi daya listrik 2x lipat dibanding LCD pada ukuran inch yang sama, bergantung pada refreshrate, radiasi lebih besar, rentan distorsi, glare dan flicker, dimensi besar dan berat.
  • Monitor LCD
Karakter bright yang nyaman dimata serta bebas distorsi, Tidak bergantung pada refreshrate, user frendly, hemat listrik, ukuran yang ringkas, ringan serta lebih keren, viewing angle terbatas, tampilan gambar baik hanya di resolusi native-nya, response time dan ghosting, warna kurang akurat, narga lebih mahal.
  • Monitor LED
LED dibuat agar lebih efisien jika mengeluarkan cahaya, emisi cahaya pada semikonduktor, doping yang pakai adalah galium, arsenic dan phosporus, Jenis doping yang berbeda menghasilkan warna cahaya yang berbeda pula.Pada saat ini warna-warna cahaya LED yang banyak ada adalah warna merah, kuning dan hijau, harganya setengah lebih mahal dari monitor LCD.

Sumber :

Friday, February 24, 2012

TUGAS 2 KEWIRAUSAHAAN - NIRMA VIRGIA S - 0610U013

Sejak masuk kuliah, saya diajarkan seberapa pentingnya menjadi seorang enterpreneur. Sejak itulah saya mulai memiliki keinginan untuk menjadi seorang wirausaha. Saya berfikir untuk membangun sebuah usaha yaitu usaha membuat online shop karena saya kira online shop ini sekarang-sekarang memang sedang booming juga. Tujuan saya ingin membangun usaha ini adalah agar bisa memiliki penghasilan sendiri agar membantu meringankan beban orang tua juga. setelah saya nanti bekerja, saya ingin membahagiakan kedua orang tua saya. Agar kelak di masa tuanya nanti orang tua saya tidak perlu bersusah payah mencari nafkah untuk saya agar masa tuanya nanti bisa dinikmati tanpa perlu bekerja keras. Semoga semuanya itu bisa terwujud, amin :)

Sejak saya kecil, saya memiliki tetangga bernama bapak Bambang. Beliau adalah seseorang yang memiliki usaha yaitu pabrik bakpia. Awalnya pabrik bakpianya itu memang sangat ramai. Banyak pegawai-pegawainya yang disibukkan dengan membuat bakpia untuk memenuhi pesanan para pelanggan-pelanggannya. Tetangga-tetangga pun banyak yang sering membeli bakpia tersebut. Usaha tersebut cukup bertahan lumayan lama. Semakin hari semakin meningkat usahanya tersebut. Tetapi lama kelamaan, usahanya tersebut mulai sepi, sampai akhirnya usaha beliau pun berakhir. Setelah usaha bakpianya tersebut selesai, beliau dan istrinya mulai membuka warung kecil-kecilan. Awalnya warungnya tersebut memang lumayan laku. Tapi karena dikomplek perumahan saya itu banyak warung, persaingan pun tidak bisa dihindari, sampai akhirnya warung beliau pun tutup. Setelah beberapa lama warungnya tutup, beliau dan keluarganya pun memutuskan untuk kembali ke kampung halaman mereka yaitu Solo.

Friday, February 10, 2012

TUGAS 1 KEWIRAUSAHAAN - NIRMA VIRGIA S - 0610U013

PT Indosat Tbk., sebelumnya bernama PT Indonesian Satellite Corporation Tbk. (Persero) adalah sebuah perusahaan penyedia layanan telekomunikasi yang lengkap dan terbesar kedua di Indonesia untuk jasa seluler (Matrix, Mentari dan IM3).

Indosat didirikan pada tahun 1967 sebagai Perusahaan Modal Asing, dan memulai operasinya pada tahun 1969. Pada tahun 1980 Indosat menjadi Badan Usaha Milik Negara yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Hingga sekarang, Indosat menyediakan layanan seluler, telekomunikasi internasional dan layanan satelit bagi penyelenggara layanan broadcasting. 

PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) didirikan pada tahun 1993 di bawah pengawasan PT Indosat. Satelindo beroperasi pada tahun 1994 sebagai operator GSM. Pendirian Satelindo sebagai anak perusahaan Indosat menjadikannya sebagai operator GSM pertama di Indonesia yang mengeluarkan kartu prabayar Mentari dan pascabayar Matrix.
Pada tanggal 19 Oktober 1994 Indosat mulai memperdagangkan sahamnya di Bursa Efek di Indonesia, dan Amerika Serikat New York Stock Exchange.

Indosat merupakan perusahaan pertama yang menerapkan obligasi dengan konsep syariah pada tahun 2002. Setelah itu, pengimplementasian obligasi syariah Indosat mendapat peringkat AA+. Nilai emisi pada tahun 2002 sebesar Rp 175.000.000.000,00. dalam tenor lima tahun. Pada tahun 2005 nilai emisi obligasi syariah Indosat IV sebesar Rp 285.000.000.000,00. Setelah tahun 2002 penerapan obligasi syariah tersebut diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya.

Memasuki abad ke-21, Pemerintah Indonesia melakukan deregulasi di sektor telekomunikasi dengan membuka kompetisi pasar bebas. Dengan demikian,TELKOM tidak lagi memonopoli telekomunikasi Indonesia. Pada tahun 2001 Indosat mendirikan PT Indosat Multi Media Mobile (IM3) dan menjadi pelopor GPRS dan multimedia di Indonesia, dan pada tahun yang sama Indosat memegang kendali penuh PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo).

PT INDOSAT Tbk (“EMITEN”) DAN PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL, SERTA KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI.

Kegiatan Usaha:
Penyelenggara Jaringan dan/atau Jasa Telekomunikasi
Berkedudukan di Jakarta, Indonesia

Alamat Kantor Pusat
Jl. Medan Merdeka Barat 21
Jakarta 10110, Indonesia Telepon: (021) 3869614;  Faksimili: (021) 3804045

5 Kantor Regional
Jabotabek & Banten, Sumatera, Jawa Barat & Jawa Tengah, Jawa Timur & Kalimantan serta Bali, Nusa Tenggara & Sulawesi – Manado - Papua

PENAWARAN UMUM
OBLIGASI INDOSAT IV TAHUN 2005 DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP (“Obligasi”)
Jumlah Pokok Obligasi sebesar Rp 815.000.000.000,00 (delapan ratus lima belas miliar Rupiah)
yang dijamin dengan Kesanggupan Penuh (Full Commitment)
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, berjangka waktu 6 (enam) tahun dengan tingkat bunga tetap sebesar 12,00% dengan Opsi Beli pada tahun ke-4 (ke-empat) sejak Tanggal Emisi.
Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi. Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) sejak Tanggal Emisi, dimana Bunga Obligasi pertama akan dibayarkan pada tanggal 21 September 2005 sedangkan Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo Obligasi akan dibayarkan pada tanggal 21 Juni 2011 dengan ketentuan bahwa Emiten mempunyai hak untuk melakukan pelunasan seluruh Pokok Obligasi lebih awal kepada Pemegang Obligasi melalui Wali Amanat (selanjutnya disebut sebagai “Opsi Beli”) dengan nilai 100% dari Pokok Obligasi, dimana pelaksanaan pembayaran pelunasan Pokok Obligasi tersebut dilakukan melalui Agen Pembayaran.
Opsi Beli terhadap Obligasi dapat dilaksanakan oleh Emiten pada ulang tahun ke-4 (ke-empat) sejak Tanggal Emisi, yaitu tanggal 21 Juni 2009.
Setelah ulang tahun I (pertama) Obligasi sejak Tanggal Emisi, Emiten dapat melakukan Pembelian Kembali (Buy Back) atas Obligasi yang belum jatuh tempo, baik seluruhnya atau sebagian dengan harga pasar.

PENAWARAN UMUM
OBLIGASI SYARIAH IJARAH INDOSAT TAHUN 2005 (“Obligasi Syariah Ijarah”)
Jumlah nominal Obligasi Syariah Ijarah (“Sisa Imbalan Ijarah”) sebesar Rp 285.000.000.000,00 (dua ratus delapan puluh lima miliar Rupiah)
yang dijamin dengan Kesanggupan Penuh (Full Commitment)
Obligasi Syariah Ijarah ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi Syariah Ijarah yang diterbitkan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, berjangka waktu 6 (enam) tahun dengan Opsi Beli pada tahun ke-4 (ke-empat) sejak Tanggal Emisi dengan Cicilan Imbalan Ijarah sebesar Rp 8.550.000.000,00 (delapan miliar lima ratus lima puluh juta Rupiah) setiap triwulan (3 bulan).
Obligasi Syariah Ijarah ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Sisa Imbalan Ijarah. Cicilan Imbalan Ijarah dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) sejak Tanggal Emisi, dimana Cicilan Imbalan Ijarah pertama akan dibayarkan pada tanggal 21 September 2005 sedangkan Cicilan Imbalan Ijarah terakhir sekaligus jatuh tempo Obligasi Syariah Ijarah akan dibayarkan pada tanggal 21 Juni 2011 dengan ketentuan bahwa Emiten mempunyai hak untuk melakukan pembayaran seluruh Sisa Imbalan Ijarah lebih awal kepada Pemegang Obligasi Syariah Ijarah melalui Wali Amanat (selanjutnya disebut sebagai “Opsi Beli”), dengan nilai  100% dari Sisa Imbalan Ijarah, dimana pelaksanaan pembayaran Sisa Imbalan Ijarah tersebut dilakukan melalui Agen Pembayaran. Opsi Beli terhadap Obligasi Syariah Ijarah dapat dilaksanakan oleh Emiten pada ulang tahun ke-4 (ke-empat) sejak Tanggal Emisi, yaitu tanggal 21 Juni 2009.
Setelah ulang tahun I (pertama) Obligasi Syariah Ijarah sejak Tanggal Emisi, Emiten dapat melakukan Pembelian Kembali (Buy Back) atas Obligasi Syariah Ijarah yang belum jatuh tempo, baik seluruhnya atau sebagian dengan harga pasar.

Pencatatan atas Obligasi yang ditawarkan ini akan dilakukan pada Bursa Efek Surabaya
PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI
PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas
PENJAMIN EMISI OBLIGASI
PT Bapindo Bumi Sekuritas (Terafiliasi), PT Bhakti Securities, PT BNI Securities (Terafiliasi),
PT CIMB Niaga Securities, PT Danatama Makmur Securities, PT Danpac Sekuritas, PT Harita Kencana Securities, PT Madani Securities,
PT Standard Chartered Securities Indonesia, PT Trimegah Securities Tbk, PT Victoria Sekuritas, Recapital.
PENJAMIN EMISI OBLIGASI SYARIAH IJARAH
PT BNI Securities (Terafiliasi), PT CIMB Niaga Securities, PT Danareksa Sekuritas (Terafiliasi)
WALI AMANAT
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)Tbk

RISIKO YANG MUNGKIN DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI ADALAH TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI YANG DITAWARKAN PADA PENAWARAN UMUM INI YANG ANTARALAIN DISEBABKAN KARENA TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG DAN TERBATASNYA JUMLAH PEMEGANG OBLIGASI
KARENA NILAISATUAN PEMINDAHBUKUAN YANG RELATIF BESAR, SELAIN ITU TIDAK TERTUTUP KEMUNGKINAN EMITEN MELAKUKAN BUY BACK DI PASAR TERBUKA SETELAH ULANG TAHUN KE-1 EMISI

Analisis Prospektus Perusahaan :
1.    Nature of business
Berbasis industri telekomunikasi 
2.    Activity of business
PT Indosat Tbk., adalah sebuah perusahaan penyedia layanan telekomunikasi yang lengkap dan terbesar kedua di Indonesia untuk jasa seluler (Matrix, Mentari dan IM3). 
3.    Stakeholder
Pada akhir tahun 2002 Pemerintah Indonesia menjual 41,94% saham Indosat ke Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd.. Dengan demikian, Indosat kembali menjadi PMA. Pada bulan November 2003 Indosat melakukan penggabungan usaha tiga anak perusahaannya (akuisisi) PT Satelindo, PT IM3, dan Bimagraha, sehingga menjadi salah satu operator selular utama di Indonesia.
Pada tanggal 1 Maret 2007 STT menjual kepemilikan saham Indosat sebesar 25% di Asia Holdings Pte. Ltd. ke Qatar Telecom.
Pada 31 Desember 2008, saham Indosat dimiliki oleh Qatar telecom Q.S.C. (Qtel) secara tidak langsung melalui Indonesia Communication Limited (ICLM) dan Indonesia Communications Pte Ltd (ICLS) sebesar 40,81%, sementara Pemerintah Republik Indonesia dan Publik memiliki masing-masing 14,29% dan 44,90%.
Pada tahun 2009 Qtel memiliki 65% saham Indosat melalui tender offer (memiliki tambahan 24,19% saham seri B dari publik).
Per Juni 2011, komposisi kepemilikan saham Indosat adalah: QTEL Asia (65%), Pemerintah Republik Indonesia (14,29%), Skagen AS (5,57%), dan publik (15,14%). Indosat juga mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan Bursa Saham New York. 
4.    Business Function
Indosat yang bergerak dalam bidang telekomunikasi dan informasi di Indonesia memberikan kemudahan bagi para pelanggannya untuk pertanyaan seputar telekomunikasi (seluler, SLI, dll), pengaduan, panduan berlangganan, pembelian kartu perdana prabayar GSM/ CDMA/ kartu prabayar internet/ voucher isi ulang, dan/ atau pembayaran tagihan, dll langsung di tempat. 
5.    Corporate governance 
TRANSPARANSI 
Kami berupaya menyediakan informasi secara tepat waktu, memadai, dan akurat, serta mudah diakses oleh para stakeholder. 
AKUNTABILITAS 
Kami telah menetapkan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris, Direksi dan karyawan, dan Komite- Komite sesuai dengan visi, misi, nilai-nilai, serta strategi Perusahaan. Kami meyakini bahwa setiap karyawan memiliki tanggung jawab dan peran yang berbeda dalam  memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik. 
PERTANGGUNGJAWABAN 
Dalam rangka memenuhi komitmen terhadap tanggung jawab perusahaan, kami berupaya untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku dan berpegang teguh pada prinsip kehati-hatian. 
INDEPENDENSI
Dalam rangka memenuhi prinsip independensi, kami berupaya agar masing-masing unit di Perusahaan bersifat independen dan tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu. Berbagai upaya kami lakukan untuk meminimalisir terjadinya benturan kepentingan dalam kegiatan pengelolaan perusahaan. 
KESETARAAN 
Dalam rangka memenuhi prinsip kesetaraan, kami berupaya untuk memberikan perlakuan yang setara dan wajar kepada seluruh stakeholder. Kami juga memberikan kesempatan yang sama dalam proses penerimaan karyawan dan kesempatan berkarir bagi seluruh karyawan Indosat. 
6.    Process Management Business
Tumbuh Melalui Kerjasama
Setiap karyawan Indosat dianugerahi beragam potensi serta keunikan talenta tersendiri dalam memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan usaha Perusahaan. Keberhasilan memadukan kemampuan setiap karyawan menjadi kerjasama yang kuat dan sinergis, telah mempercepat pencapaian pertumbuhan tersebut. Melalui kerjasama dan hubungan yang efektif, kami bekerja erat dengan pemegang saham, mitra usaha, pelanggan, regulator dan institusi terkait lainnya di Indonesia dan Amerika Serikat.
Perluasan Pasar
Indosat berkomitmen untuk meningkatkan pertumbuhan usaha yang berkesinambungan dengan menjaga dan meningkatkan posisi di pasar melalui perluasan jaringan telekomunikasi, inovasi produk dan layanan serta peningkatan kualitas jaringan distribusinya.
Berbasis Transparansi
Pertumbuhan usaha Indosat didukung oleh prinsip keterbukaan dan kami memiliki komitmen untuk selalu memberikan informasi material yang relevan, mudah didapat, dan mudah dipergunakan bagi para stakeholder. Kami yakin bahwa keterbukaan akan mendorong kepercayaan atas Perusahaan sehingga dapat meningkatkan kinerja Perusahaan dan nilai Perusahaan di mata stakeholder.